PIKIRANRAKYAT.CO – Dalam rangka merawat ingatan kolektif bangsa dan mendoakan pahlawan proklamator kemerdekaan, Pemerintahan Desa Malang Nengah bersama Pondok Pesantren Daarul Ibtida sukses menggelar peringatan Haul ke-56 Bung Karno pada Minggu malam, 28 Juni 2026. Acara keagamaan dan kebangsaan yang mengusung tema “Berjuang Bersama, Menginspirasi Negeri” ini sukses menarik perhatian publik secara luas hingga viral di berbagai lini masa media sosial.
Lantunan zikir, istigasah, dan doa bersama menggema khusyuk di kawasan Kp. Jaha RT 003/05, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Kehadiran dua tokoh ulama besar kharismatik, yakni Abuya K.H. Abdul Aziz Fakhrudin Dimyati (Cidahu-Pandeglang) dan K.H. Abah Elang Mangkubumi (Cikeusal-Serang), menjadi magnet utama yang melipatgandakan antusiasme masyarakat.
Inisiasi besar ini dikomandoi langsung oleh Kepala Desa Malang Nengah, Bapak Tata Suharta. Acara ini dipuji publik sebagai wujud nyata sinergi yang harmonis antara ulama dan umara di tingkat akar rumput.
”Haul Bung Karno ke-56 ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum penting untuk merekatkan tali silaturahmi, memperkuat fondasi nasionalisme, sekaligus mempertebal keimanan kita semua,” tutur Tata Suharta dalam sambutannya.
Suara Warga: Dari Cinta Tanah Air Hingga Penguat Keimanan
Antusiasme luar biasa tidak hanya terlihat dari padatnya lokasi acara, tetapi juga dari kesan mendalam yang dirasakan oleh warga yang hadir.
Bapak Zaenal, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kehadirannya didorong oleh rasa hormat yang besar kepada sang proklamator.
”Saya datang ke acara ini karena ingin ikut serta mendoakan Bung Karno, sekaligus mengikuti istigasah bersama warga yang lain. Selain itu, saya juga ingin mendengarkan ceramah dari para ulama yang jauh-jauh kemari. Menurut saya, acara seperti ini bisa menambah wawasan dan menjadi pengingat untuk mencintai bangsa serta memperkuat keimanan dan ketakwaan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kehangatan dan ketertiban acara juga mendapat apresiasi tinggi dari emak-emak yang hadir. Ibu Kusnawati mengaku sangat menyukai atmosfer kekeluargaan yang tercipta sepanjang malam tersebut.
”Suasana acara terasa hangat dan penuh kekeluargaan, terlihat dari antusiasme warga yang hadir cukup ramai. Acara doa bersama di penutup juga berlangsung dengan khusyuk, semoga apa yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua. Secara keseluruhan, acara malam ini sangat baik dan semoga bisa terus diadakan secara rutin oleh Desa Malang Nengah sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja keras,” ungkap Ibu Kusnawati.
Sementara itu, Ibu Nia membagikan refleksi diri yang mendalam setelah mendengarkan tausiyah kebangsaan dan agama malam itu. Baginya, acara ini memberikan tamparan positif bagi kehidupan sehari-hari.
”Kalau saya boleh jujur, yang paling menyentuh buat saya itu semangat persatuan Bung Karno. Beliau percaya perbedaan suku, agama, dan golongan bisa disatukan kalau kita saling menghargai dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Selain itu, nasihat ulama tentang keikhlasan juga sangat berkesan—bahwa setiap usaha sebaiknya diniatkan sebagai ibadah, bukan sekadar mengejar pujian orang lain. Dari situ saya belajar, cinta tanah air dan akhlak yang baik itu sebenarnya bisa berjalan beriringan,” pungkas Ibu Nia.
Pihak panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga, relawan, serta aparat keamanan yang menjaga acara tetap kondusif, tertib, dan penuh khidmat dari awal hingga selesai.(fa)


Tinggalkan Balasan