PIKIRANRAKYAT.CO – Peta geopolitik dan industri pertahanan global mengalami guncangan besar. Dalam sebuah momentum bersejarah, India menyatakan kesiapan penuh untuk memasok salah satu rudal jelajah supersonik tercepat di dunia, BrahMos, untuk digunakan oleh militer Rusia.

Langkah berani ini menandai titik balik dramatis (plot twist) dalam sejarah militer modern. New Delhi, yang selama berdekade-dekade dikenal sebagai salah satu importir senjata terbesar dari Moskow, kini bersiap membalikkan arus komoditas dengan menjadi pemasok utama teknologi pertahanan tingkat lanjut bagi mitranya tersebut.

Pernyataan Resmi dari Pameran ‘Fleet-2026’

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama BrahMos Aerospace, Alexander Maksichev, di sela-sela pameran kedirgantaraan internasional International Naval Salon ‘Fleet-2026’.

“Kami siap memenuhi pesanan tersebut jika ada permintaan dari pihak Rusia. Baik itu rudal untuk Angkatan Laut, maupun untuk pasukan darat. Kami memiliki kapasitas yang memadai, dan kami sangat memahami apa yang diinginkan oleh pihak Rusia,” tegas Maksichev kepada kantor berita TASS.

Jika Moskow melayangkan pesanan resmi, manuver ini dipastikan akan mendongkrak masif kampanye domestik Perdana Menteri Narendra Modi, ‘Make-in-India’, yang berfokus pada kemandirian dan ekspor industri militer lokal ke panggung internasional.

Senjata Pemusnah Mematikan Hasil Kolaborasi Dua Sungai

Nama BrahMos sendiri diambil dari gabungan dua sungai besar: Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia. Senjata ini lahir dari kerja sama patungan antara Defense Research and Development Organisation (DRDO) India dan NPO Mashinostroyeniya Rusia sejak tahun 1995.

Rudal ini telah membuktikan kedahsyatan efek destruktifnya dalam konflik bersenjata singkat antara India dan Pakistan tahun lalu. Awalnya dibatasi pada jangkauan 180 mil, kini kemampuan BrahMos telah ditingkatkan drastis.

Tak berhenti di situ, laporan DRDO memproyeksikan masa depan aliansi militer kedua negara akan melompat ke fase berikutnya.

“Langkah kerja sama fase berikutnya dari proyek BrahMos ini bahkan dirancang untuk melibatkan pengembangan bersama sistem rudal baru yang berbasis pada teknologi rudal hipersonik Zircon milik Rusia,” tulis pengamat militer dalam rilis laporan tersebut.

Laris Manis di Asia Tenggara: Indonesia Masuk Radar “Tahap Akhir”

Di tengah memanasnya situasi di Laut China Selatan, keandalan BrahMos terbukti sukses memikat hati negara-negara Asia Tenggara yang membutuhkan sistem pertahanan pantai tangguh.

  • Filipina: Menjadi pelanggan internasional pertama dengan kontrak fantastis senilai US$ 375 juta (Rp 6,1 triliun) pada 2022. Pengiriman gelombang pertama dan kedua sukses mendarat di Manila pada April 2024 dan April 2025.
  • Vietnam: India baru saja mengonfirmasi kesepakatan resmi untuk menyuplai rudal mematikan ini ke Hanoi.
  • Indonesia: Dalam forum Shangri-La Dialogue di Singapura, seorang pejabat tinggi pertahanan India membocorkan bahwa proses negosiasi tingkat tinggi dengan pemerintah Indonesia saat ini telah memasuki tahap akhir.

Berkat ekspansi pasar yang agresif ini, BrahMos Aerospace berhasil mencatatkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada tahun fiskal 2025-2026. Dengan potensi masuknya Rusia ke dalam daftar pembeli, India resmi mengukuhkan dirinya sebagai raksasa baru eksportir alutsista dunia.(red)